NARA KREATIF

JIS IT Donation 2020.jpeg

Saat ini Nara Kreatif memiliki 10 putra dan 8 putri. Mereka kehilangan satu asrama karena mereka tidak bisa membayar sewa yang menyebabkan anak laki-laki sekarang tinggal di kantor lantai 2 mereka sementara 8 anak perempuan ditempatkan di salah satu rumah pengasuh mereka.
 
Berdasarkan pengetahuan dan kemampuannya, mereka dibagi menjadi tiga kelompok paket pembelajaran informal A, B, C (ditetapkan oleh pemerintah). Karena pandemi dan keterbatasan perangkat, hari belajar mereka menjadi seminggu sekali untuk setiap kelompok. Mereka yang berada di kelompok belajar Paket A (7 anak) dan Paket B (6 anak) belajar pada hari Selasa dari 8-12 anak dan mereka yang berada di kelompok belajar Paket C (5 anak) belajar pada hari Sabtu pagi secara bersamaan.
 
Mereka sangat senang mendapatkan donasi dari JIS yang berupa 2 laptop dan satu proyektor untuk membantu mereka melakukan pembelajaran online. Sayangnya, mereka dari waktu ke waktu masih bergantung pada donatur untuk membayar langganan bulanan internet mereka sehingga pada hari-hari non-studi mereka tidak banyak melakukan aktivitas online untuk menghemat kuota. Anak-anak yang lebih tua menjual barang apa saja (terakhir kali adalah kopi) atau barang dagangan (diantarkan oleh donatur mana pun untuk dijual) setiap hari untuk mencoba mendapatkan uang bagi mereka.
 
Mereka bercerita bahwa kebutuhan terbesar mereka saat ini adalah bantuan untuk membayar langganan internet bulanan (sekitar Rp 500.000) agar bisa belajar online. Beberapa guru sukarelawan mereka  terkadang dapat membantu membayar tagihan ini tetapi mereka juga terkadang tidak mempunyai cukup biaya untuk membantu.

 

TRANSLATION:

Currently Nara Kreatif has 10 boys and 8 girls. They lost one dorm because they didn't have enough fun to pay the rent which caused the boys to now live on the 2nd floor of their office while the 8 girls are being housed in one of the female adult caretakers.
 
Based on their knowledge and capabilities, they are divided into three groups of informal learning packages A, B, C (set by the government). Due to pandemic and their limitation of the devices, their study days have become once a week for each group. Those in Paket A (7 kids) and Paket B (6 kids) learning groups are studying on Tuesdays from 8-12 and those who are in Paket C (5 kids) studying on Saturday mornings, same time.
 
They are very thrilled to have a JIS donation of 2 laptops and a projector to help them do their online learning. Unfortunately, they do still depend on donors from time to time to pay their internet monthly subscription so on the non-study days, they are not doing much activities online to save the quota. The older children are selling any goods (last time was coffee) or merchandise (dropped off by any donors to be sold) everyday to try to get a little profit for them. 
 
They shared that their biggest need at the moment is to pay for the internet monthly subscription (around Rp 600,000) so they can do the online learning. Some of their volunteer teachers do have their own other income so they can sometimes help pay the fee but not all the time.